Senin, 14 Juni 2021

Perubahan Kebudayaan

PERUBAHAN KEBUDAYAAN (SOCIAL CHANGE)

Oleh: Zulfi Khayatul Insyiroh (04020520089) 

A.    Pengertian

Budaya berasal dari kata Sanskerta buddhaya, yaitu bentuk jamakdari budhi yang berarti budi atau akal. Ada pendapat yang membedakan antarabudaya dan kebudayaan. Budaya adalah “daya dari budi” yang berupa cipta,rasa dan karsa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa itu.

Kebudayaan adalah hasil karya pemikiran manusia yang dilakukan dengan sadar dalam kehidupan kelompok. Unsur-unsur potensi budaya yang ada pada manusia antara lain pikiran (cipta), rasa, dan kehendak (karsa). Untuk menjadi manusia sempurna, ketiga unsur kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan bersifat dinamis dan selalu berubah seiring perkembangan zaman.

Sifat kebudayaan adalah berubah dari waktu ke waktu. Perubahan kebudayaan dapat disebabkan oleh adanya warga masyarakat yang tidak puas dengan peran-peran yang dipunyainya atau keberhasilan sosial ekonomi dan politik yang telah dicapainya. Di samping itu, kebudayaan juga cenderung berubah karena terpengaruh oleh nilai-nilai (‘kebudayaan’) yang datang dari luar. Pengaruh ini berakibat pada perbaikan atau naiknya derajat sosial, ekonomi dan politik dalam masyarakat. Kebudayaan juga cenderung berubah karena isi dan corak dari lingkungan sebuah masyarakat yang juga cenderung berubah. Adanya ‘pemaksaan’ yang datang dari luar melalui regulasi-regulasi yang diciptakan oleh penguasa (kebijakan publik), merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan dalam konteks perubahan kebudayaan. Perubahan-perubahan kebudayaan dengan sendirinya membawa implikasi luas terhadap tatanan dan pola kehidupan masyarakat yang dianggap telah baku.

B.     Wujud Kebudayaan

Wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat, mengacu pada J.J.Hongmann, terdiri atas tiga, yakni:

1.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya

2.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari masyarakat

3.      Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud ideal dari kebudayaan bersifat abstrak, tidak dapat diraba, dan lokasinya berada dalam alam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan itu hidup. Wujud ideal kebudayaan disebut juga adat atau adat istiadat. Wujud kedua dari kebudayaan disebut dengan sistem sosial, mengenai tindakan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ketiga dari kebudayaan disebut dengan kebudayan fisik berupa benda-benda yang dapat diraba, dilihat dan difoto.

C.     Unsur-Unsur Kebudayaan

Unsur-unsur kebudayaan dapat dirinci dan dipelajari dengan kategori-kategori subunsur dan sub-sub-unsur, yang saling berkaitan dalam suatu sistem budaya dan sistem social, yang meliputi

1.      Sistem dan organisasi kemasyarakatan

2.      Sistem religi dan upacara keagamaan

3.      Sistem mata pencaharian

4.      Sistem (ilmu) pengetahuan

5.      Sistem teknologi dan peralatan

6.      Bahasa

7.      Kesenian

D.    Karakteristik Budaya

Ada tujuh karakteristik budaya:

1.      Kualitas Mempelajari Budaya; budaya diperoleh dari proses sosial pada kelompok, tempat individu-individu belajar sesudah ia lahir dan berlangsung dalam proses sosial

2.      Kualitas Transmisi Budaya; budaya tidak hanya cukup untuk dipelajari tetapi dibutuhkan kemampuan untuk mentransmisikan dari satu orang ke orang lain dari satu generasi ke generasi berikutnya

3.      Kualitas Sosial Budaya; individu individu mempelajari format kebiasaan kebiasaan pada sikap-sikap personal, ia juga belajar bentuk-bentuk kebiasaan dan sikap-sikap kelompok yang tumbuh dari hubungan sosial

4.      Kualitas Ide Budaya; budaya terdiri atas konsep norma-norma ideal dan pola sikap. Ini artinya, budaya berkenan dengan pola ide anggota kelompok dalam bersikap dan menjadikan sandaran untuk menyesuaikan diri

5.      Kualitas Kepuasan Budaya; budaya juga dapat memuaskan keinginan manusia, secara biologi dan sosial. Kebiasaan individu yang berlangsung lama hanya dilakukan bila mereka puas dan memuaskan keinginannya

6.      Kualitas Adaptasi Budaya; dua elemen yang termasuk dalam karakter budaya ini, yakni: pertama, perubahan budaya; kedua, perubahan ini membawa kekuatan adaptasi di luar budaya

7.     Kualitas Integrasi Budaya; kualitas integrasi terlihat dengan mudah pada budaya terisolasi, ketika elemenelemen pokoknya tidak dapat berubah dengan cepat. Integrasi tidak nampak dalam budaya heterogen dan budaya yang saling bergantung, ketika elemenelemen berada secara terus-menerus masuk pada budaya dan unsur pokoknya secara terus-menerus dan berubah dalam proses dinamis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Relasi dan Landasan Kritik Sosial

Kritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah si...