Berikut review jurnal yang berjudul Iklan Sebagai Media Kritik Sosial
|
Judul |
Iklan
Sebagai Media Kritik Sosial (Pesan Simbolik Iklan Kretek Djarum 76 Seri Jin) |
|
Jurnal |
The
Messenger |
|
Volume |
Volume
VIII, Nomor 1 |
|
Tahun |
2016 |
|
Penulis |
Firdaus
Azwar Ersyad, Yoga Rarasto Putro |
|
Reviewer |
Zulfi Khayatul Insyiroh |
|
Tanggal Review |
15 September 2022 |
|
Tujuan Penelitian |
Bertujuan untuk melihat bagaimana iklan
Djarum 76 seri jin ditampilkan serta mengetahui makna apa yang muncul sebagai
kritik sosial dalam iklan tersebut. |
|
Subjek Penelitian |
Iklan Kretek Djarum 76 Seri Jin |
|
Metode Penelitian |
Metode yang
digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif.Teknik
penelitian yang akan dilakukan adalah dengan mengamati seluruh video iklan djarum 76
seri jin hingga beberapa kali. Setelah itu akan ditemukan benang merah dari
seluruh iklan terkait strategi dan juga visualisasi. Kemudian, peneliti akan
menganalisis garis besar simbol-simbol iklan tersebut menggunakan ilmu
semiotika atau pemaknaan sebagai pisau bedah. |
|
Hasil Penelitian |
Iklan Djarum 76 berbentuk parodi atau
dagelan yang menggunaka ikon Jin Jawa dengan logat yang cukup kental. Jin
tersebut digambarkan memiliki kesaktian untuk mengabulkan permintaan bagi
siapapun yang bertemu dengannya, tetapi selalu berakhir dengan konyol. Hal
ini menjadikan iklan dari Djarum 76 ini memiliki kelucuan tersendiri. Dalam
iklan djarum 76, nilai maskulinitas diwakili oleh ikon Jin Jawa pria yang
memiliki kesaktian untuk mengabulkan permintaan. Cerita yang ditampilkan
tentu saja telah melalui berbagai pertimbangan khususnya dalam hal product
positioning. Berdasarkan pada apa yang telah dijelaskan dalam situs
perusahaan, maka jelaslah jika product positioning yang diacu oleh produk
djarum 76 mengarah pada selera masyarakat Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan
Bali. Dengan pangsa terbesar masyarakat Jawa kelas menengah ke bawah, tentu
konsep merakyat menjadi salah satu acuan bagaimana iklan djarum 76 harus
dibuat. Dalam membentuk citra terhadap produk yang ditawarkan, iklan
merekayasa (simulasi) dan mereproduksi realitas agar produknya bisa laku di pasaran.
Dalam membuat iklan, pengiklan setidaknya harus merancang target market dan
segmentasi konsumen yang dituju atau lingkungan periklanan. |
|
Kelebihan Penelitian |
Pembahasannya yang rinci tentang filosofi
dari iklan tersebut. |
|
Kelemahan Penelitian |
Kurangnya kajian penelitian terdahulu. |
|
Kesimpulan Penelitian |
Kesimpulan
paada penelitian ini adalah bahwa salah satu strategi beriklan produk rokok
itu dengan memanfaatkan konsep-konsep yang telah tumbuh di dalam hiburan
rakyat. Sebagaimana terlihat dalam iklan tersebut, banyak menggunakan
kaidah-kaidah seni pertunjukkan rakyat. Iklan yang menghibur ini menjadi inti
strategi coding yang dilakukan pengiklan dengan tetap mentautkannya dengan
konsep yang lucu, unik, tradisional, serta merakyat sehingga memunculkan
image sebagai produk yang berharga murah dan terjangkau untuk kalangan
menengah ke bawah. Djarum, sebagai sebuah brand dari produk-produk rokok yang
sudah terkenal sejak lama menjadikannya tidak asing, dan telah terpercaya
bagi masyarakat. Melalui penelitian ini, telah membuka berbagai ruang diskusi
mengenai iklan rokok kretek djarum 76 khususnya. Diskusi dapat dilanjutkan
oleh penelitian lain pada studi tentang makna-makna khusus yang disampaikan
melalui narasi di setiap tema iklan, pergeseran citra budaya antara Jawa
klasik dengan populer seperti yang disampaikan oleh iklan dan tentang
akulturasi budaya Timur Tengah di dalam iklan. |
|
Signifikasi Media dan Kritik Sosial |
Iklan
djarum 76 seri jin sarat akan kritik sosial di dalamnya. Kritik sosial
ditampilkan secara eksplisit maupun implisit sehingga diperlukan kejelian
pemirsa iklan saat melihatnya. Setiap elemen di dalam iklan bisa dimaknai
secara beragam, baik sebagai hiburan, kritik, maupun pencitraan produk. |