Senin, 19 April 2021

Teori Komunikasi Kontemporer

 

Teori Komunikasi Kontemporer

Oleh: Zulfi Khayatul Insyiroh (04020520089)

A.      Pentingnya Belajar Teori Komunikasi

Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi kita harus tau keberadaan fenomena komunikasi yang ada disekeliling kita dengan mempergunakan perspektif atau cara pandang komunikasi. Ada satu kutipan yaitu “If you don’t know communication then you don’t know anything” yang artinya apabila kita tidak tahu tentang fenomena komunikasi maka kita tidak tahu apa-apa, maka sebagai anak komunikasi hilanglah kesempatan kita untuk melihat fenomena di sekitar kita. Untuk itulah kita penting belajar teori komunikasi

B.      Teori Komunikasi

1.       Teori

Sekumpulan konstruks yang saling kait mengkait dalam menjelaskan sebuah fenomena. Di dalam konstruks ada tiga hal, yaitu:

-          Konsep: Generalisasi hal yang bersifat abstrak. Dapat diamati

-          Konstruk: Konsep yang dapat diukur. Dimana teori itu berada (sekumpulan konstruk) maka dia adalah konsep yang harus dapat diukur.

-          Variable: Konstruk yang memiliki variasi nilai. Penelitian

2.       Komunikasi

Pengiriman pesan dari komunikator/sumber pesan kepada komunikan/penerima yang akan menimbulkan efek. Sulit mendefinisikan pengertian komunikasi, karena setiap orang dapat membuat pengertian komunikasi sesuai dengan pemahamannya.

 

C.      Cara Mempelajari Teori Komunikasi

-          Pahami teori ada di tingkatan konstruk.

-          Tahu pada level apa fenomena yang diamati, diantaranya: Komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa.

-          Pahami peta teori pada masing-masing level komunikasi.

 

D.      Teori Stimulus Organism Response (S-O-R)

Teori ini sering dikenal dengan teori S-O-R, teori S-O-R ini dikembangkan oleh seorang pria yang bernama Houland pada tahun 1953. Teori ini berangkat akibat adanya pengaruh dari ilmu psikologi dan ilmu komunikasi, hal ini bisa terjadi karena ilmu komunikasi dan psikologi memiliki kajian yang sama yaitu ada sikap, opini, perilaku, kognisi, dan afeksi.

Asumsi Dasar Teori S-O-R adalah penyebab terjadinya perubahan perilaku dalam masyarakat bergantung pada kualitas stimulus atau rangsangan yang berkomunikasi pada organisme tersebut.

Menurut teori S-O-R, perubahan sikap serupa dengan proses belajar individu. Proses belajar individu yakni pesan sebagai stimulus yang diberikan oleh komunikator kepada komunikan sebagai organisme dapat diterima ataupun ditolak, jika komunikan menolak stimulus tersebut berarti stimulus tersebut kurang efektif untuk digunakan dalam mempengaruhi atau memberi perhatian kepada individu. Namun apabila stimulus diterima berarti menandakan adanya perhatian dari komunikan atau organisme tersebut. Ketika komunikan mengerti arti dari stimulus tersebut, itu menandakan bahwa proses belajar terus berlanjut dan berarti stimulus tersebut efektif untuk digunakan, sehingga setelah komunikan mengerti maksudnya dia akan mengolah stimulus atau pesan yang diberikan, dan dia akan menghasilkan suatu berupa tindakan atau proses perubahan perilaku demi mewujudkan stimulus yang telah diterimanya.

 

E.       Teori Cultural Studies

1.       Sejarah Cultural Studies

Cultural Studies pertama kali muncul ditengah semangat neo marxisme yang berupaya untuk meredefinisikan marxisme sebagai perlawanan terhadap dominasi dan hegemoni budaya tertentu. Culture studies ini berakar dari gagasan Karl Marx yang mempunyai pandangan bahwa kapitalisme telah menciptakan kelompok elite kuasa untuk mengeksploitasi kelompok yang tidak berkuasa atau lemah. Hal ini menyebabkan, kelompok yang lemah merasa tidak memiliki kontrol atas masa depan mereka.

2.       Tokoh-Tokoh Culture Studies

-          Richard Hoggart

-          Raymond Williams

-          E.P Thompson

-          Stuart Hall

Culture Studies sering disebut dengan antidisiplin, karena culture studies ini secara bebas meminjam beragam disiplin ilmu di ranah sosial humaniora baik yang berupa teori maupun metodenya. Dengan demikian, Culture Studies ini bisa dikatakan tidak memiliki batasan yang jelas. Seluruh teori maupun metode dari filsafat, sosiologi, antropologi, psikologi, sastra, bahasa, ekonomi, sejarah, polotik, dan lain sebagainya itu tercakup dalam culture studies ini. Cultures Studies beranggapan ketika kita hanya melihat satu fenomena hanya dengan satu perspektif atau satu disiplin keilmuan saja, maka itu akan sangat membatasi cara pandang kita, sehingga sebaiknya kita mampu mengkolaborasikan atau menggabungkan itu dari perspektif atau disiplin keilmuan dalam melihat suatu fenomena.



Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=HtV_7ylx_7s 

https://www.youtube.com/watch?v=WA0ifd2QBC0

https://www.youtube.com/watch?v=4WaQNTXgDFE

Senin, 05 April 2021

Media Massa

 Oleh: Zulfi Khayatul Insyiroh (04020520089)

      A. Cara Cerdas Memanfaatkan Media Sosial Ala Generasi C

Generasi C merupakan istilah untuk orang-orang senantiasa terhubung dengan internet, tak seperti definisi dari generasi X, Y, dan Z, generasi C tidak dibatasi oleh rentang usia, orang-orang yang berusia lima belas hingga tujuh puluh tahun pun dapat digolongkan dalam klasifikasi generasi ini bila aktif menggunakan internet setiap hari. Penggunaan huruf C ditujukan untuk mendeskripsikan beberapa karakter generasi ini yaitu connected, communicating, computerized, community oriented, always clicking, content centrict, dan cashless. Rutinitas harian generasi C rasanya belum lengkap tanpa dukungan informasi dan fitur-fitur canggih dari internet. Berikut hal-hal yang dilakukan oleh generasi C saat memanfaatkan kecanggihan media sosial:

1.       Mempromosikan Bisnis

2.       Menyimpan Portofolio

3.       Menjalin Relasi

4.       Mencari Referensi Belanja Online

5.       Mendapatkan Informasi Valid dan Up To Date

6.       Memperoleh Berbagai Inspirasi

7.       Mengabadikan Momen Berharga 

B. Komunikasi Massa Mainstream dan New Media

Komunikasi Massa merupakan proses komunikasi yang menggunakan media massa. Komunikasi massa memiliki beberapa karakteristik yaitu:

1.       Komunikatornya melembaga

2.       Pesannya bersifat umum dan universal, serta tersebar serentak

3.       Saluran atau medianya bisa berupa cetak dan elektronik

4.       Komunikannya tersebar dimana mana, heterogeny dan anonym

5.       Umpan baliknya tertunda (delayed feedback)

6.       Mempunyai efek secara individu dan sosial

Sedangkan Komunikasi New Media merupakan bentuk komunikasi pengembangan dari komunikasi massa yang mainstream. Karakteristiknya yaitu:

1.       Dengan kehadiran internet semua menjadi berubah dalam pemberitaan publik dan sosial

2.       Berita lebih cepat menyebar

3.       Pintu dunia menjadi semakin lebar terbuka

4.       Setiap orang menjadi “wartawan” (citizen journalism)

5.       Rawan berita palsu (hoax) 

 C. Komunikasi Massa

      Menurut Jalaludin Rakhmat, Komunikasi Massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa dengan menggunakan media elektronik khususnya televisi. Pada jaman itu (1991) satu-satunya media yang digunakan untuk berkomunikasi untuk menyampaikan pesan ke masyarakat luas, yakni televisi.

      Dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah pesan yang disampaikan oleh komunikator dengan menggunakan media massa yang terlembaga bersifat satu arah kepada komunikan. Jadi, selama pesan itu disampaikan kepada masyarakat luas dengan menggunakan media, itulah komunikasi massa.

     D. Ciri-ciri Komunikasi Massa

        Diantaranya: 

1. Komunikator dalam menyampaikan komunikasi massa terlembaga atau melembaga.

2. Komunikasi bersifat haterogen: penerima pesan dalam hal ini penonton, pendengar dan pembaca pasti bersifat haterogen.

3. Pesan sifatnya umum: karena pesan yang disampaikan untuk masyarakat yang bersifat haterogen. Pesannya tidak akan sangat spesifik untuk satu individu pasti umum.

4. Bersifat satu arah: Jika bersifat satu arah pasti effect nya delay.

5. Menimbulkan keserempakan: Serempak menerima pesan tapi belum tentu serempak dalam memaknainya.

6. Mengandalkan alat teknis: Komunikasi massa itu tidak bisa tanpa media.

7. Controled by Gatekeeper (orang yang berkewajiban untuk menentukan pesan itu boleh disampaikan, pantas disampaikan atau justru sebaliknya kepada khalayak)

     E. Fungsi Komunikasi Massa

        Diantaranya:

1.       Memberikan Informasi

2.       Menghibur

3.       Persuasi

4.       Transmisi

5.       Integrasi Sosial

6.       Pengawasan

7.       Kolerasi Pewaris Sosial

     G. Fungsi Media Massa

        Ada empat, diantaranya:

1. To Inform (memberikan informasi): Media Massa memberikan informasi tentang suatu peristiwa secara apa adanya.

2. To Educat (memberikan pendidikan): Media Massa merupakan suatu media yang bisa menyebarkan nilai-nilai yang baik pada khalayak kepada para konsumennya. Oleh karena itu idealnya media massa itu memberikan konten-konten yang mendidik. Seperti: Televisi, surat kabar.

3. To Transform (melakukan transformasi atau perubahan): Media merupakan salah satu lembaga atau institusi yang bisa mendorong sebuah perubahan terjadi, perubahan yang dimaksud adalah perubahan menuju kebaikan.

4. To Entertain (untuk menghibur): Meskipun berada pada nomor ke empat fungsi dari media massa, tetapi fungsi media massa to entertain ini lebih dominan di media massa terutama di televisi.

     H. Hukum Media Massa Pengantar

    1. Hukum

Hukum adalah sistem aturan yang diciptakan oleh lembaga kenegaraan, yang memiliki kewenangan dalam membentuk dan memberlakukan hukum, yaitu badan legislative, yang ditunjuk melalui mekanisme tertentu.

    2. Media Massa

Konsep media massa mengacu pada sarana yang terorganisir untuk berkomunikasi secara terbuka dan pada lingkup yang luas terhadap khalayak di dalam batas waktu tertentu (Dennis McQuail’s, 2000)

    3. Hukum media massa

Hukum media massa adalah segala hal yang berkaitan dengan pengaturan kepentingan umum berkaitan dengan aktivitas komunikasi yang diperantarai teknologi media.

    4. UUD 1945

Pasal 28F: Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia

    5. Sejarah UU Pers

    UU Pers era Soeharto

    - UU 11/1966

    - UU 21/1982

    UU Reformasi

    - UU 40/1999

Pasal 40/99 tentang pers pasal 6

Pers Nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut:

a.       Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui

b.       Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan

c.       Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar

d.       Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum

e.       Memperjuangkan keadilan dan kebenaran

      I. Relasi Ruang Publik dan Pers menurut Habermas

Diawali dengan istilah jurnalistik, istilah jurnalistik dalam bahasa Indonesia mangacu pada kata de jour dalam bahasa Perancis yang berarti kegiatan pencatatan sehari-hari. Memasuki era industrialisasi, terutama setelah ditemukannya mesin cetak kegiatan pencatatan berlangsung dalam skala lebih besar dan cepat. Istilah jurnalistik kemudian dikenal dengan pers. Oleh karena itu memblukdaknya berita dan berbagai informasi menandai zaman baru di era teknologi seperti adanya pos, telegram, telpon, radio, televisi maupun internet pada saat ini.

Relasi antara ruang publik dan pers itu juga menjadi perhatian Habermas dalam karyanya yang berjudul The Structural Transformation of the Public Sphere (1989). Habermas menganalisis bagaimana perkembangan pers terjadi seiring dengan perkembangan ruang publik. Habermas mengemukakan gagasannya tentang ruang publik politik, yakni momen yang demokratis dalam masyarakat modern, sebagai fokus pemandu yang utama bagi upaya teoritis-filosofisnya.

Istilah publik itu pada awalnya memiliki pengertian keningratan yang memperlihatkan hak-hak keistimewaan yang dimiliki oleh bangsawan, pengertian publik ini berkembang hingga ditemukannya pandangan hukum Romawi yang dengan tegas mendefinisikan publik sebagai kepentingan umum. Habermas membagi ruang publik kedalam dua jenis, yaitu ruang publik politik dan ruang publik sastra. Keduanya memiliki makna dan ciri yang sama, yaitu ruang tersebut dapat diakses semua orang, adanya kesetaraan, tumbuhnya aktivitas kritis publik dan berkembangnya ruang publik ke arah komodifikasi.

Kemunculan pers ditandai dengan dua hal, yaitu kebutuhan informasi yang berkaitan dengan kepentingan perdagangan atau komersial, dan kegiatan masyarakat dalam ruang publik sastra yang telah banyak menghasilkan berbagai terbitan seperti jurnal, pamflet, dan newspaper.

Jurnalistik publik memiliki beragam bentuk diantaranya journalism about the public dan journalism with the public. Journalism about the public yaitu jurnalisme publik yang berupaya untuk mendorong keterlibatan atau partisipasi masyarakat yang berkaitan dengan politik. Pers dalam hal ini mendorong masyarakat agar dapat terlibat dalam segala urusan publik, sehingga segala keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat dilakukan melalui proses demokrasi. Sedangkan journalism about the public dimaknai sebagai bentuk jurnalisme publik yang menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif baik itu dalam proses pembuatan berita maupun dalam rangka membangun kemampuan masyarakat untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah-masalah atau dalam rangka mencapai target-target yang masyarakat inginkan.



Sumber:

Relasi dan Landasan Kritik Sosial

Kritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah si...