oleh: Zulfi Khayatul Insyiroh (04020520089)
TEORI PERILAKU KOLEKTIF
Ahli
sosiologi menggunakan istilah perilaku kolektif mengacu pada perilaku
sekelompok orang yang muncul secara spontan dan tidak terstruktur sebagai
respons terhadap kejadian tertentu.
Perilaku
kolektif adalah suatu perilaku yang tidak biasa, sehingga perilaku kolektif
dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang relative spontan, tidak terstruktur
dan tidak stabil dari sekelompok orang, yang bertujuan untuk menghilangkan rasa
ketidakpuasan dan kecemasan. Dengan demikian kita dapat membedakan antara
perilaku kolektif dengan perilaku yang rutin.
Secara
teoritis perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara
lain teori penyebaran, teori interaksionis, teori emergent-norm dan teori value-added.
Kondisi pokok yang memicu munculnya perilaku kolektif menurut teori value-added
adalah kesesuaian struktural, ketegangan struktural, berkembangnya kepercayaan
umum, faktor yang mendahului, mobilisasi dan kontrol sosial. Perilaku kolektif
antara lain dapat berbentuk perilaku kolektif yang tersebar, kerumunan dan
gerakan sosial. Perilaku kolektif yang tersebar meliputi fashion, rumors
dan publik, sedangkan jenis kerumunan meliputi casual, conventional,
expressive dan acting. Gerakan sosial mempunyai bentuk antara lain
Gerakan revolusioner, reformis, konservatif dan gerakan reaksioner, sedangkan
revolusi sosial salah satu contoh dari gerakan sosial.
Menurut
Bruce J Cohen (1992), perilaku kolektif (collective behaviour) adalah jenis
perilaku yang relatif tidak tersusun, bersifat spontan, emosional dan tak
terduga. Perilaku ini juga terjadi apabila cara-cara mengerjakan sesuatu yang
telah dikukuhkan secara tradisional tidak lagi memadahi. Individu-individu yang
terlibat dalam perilaku kolektif tanggap terhadap rangsangan tertentu yang
mungkin datang dari orang lain atau peristiwa khusus.
CIRI-CIRI PERILAKU KOLEKTIF
1. Dilakukan bersama oleh sejumlah orang
2. Tidak bersifat rutin/hanya insidential
3. Dipacu oleh beberapa rangsangan masalah
4. Merupakan tanggapan terhadap rangsangan tertentu
MACAM-MACAM PERILAKU KOLEKTIF
1. Kerumunan (Crowd)
Ada beberapa bentuk kerumunan (crowd) yang ada dalam masyarakat:
-
Temporary Crowd: orang yang berada pada situasi
saling berdekatan di suatu tempat dan pada situasi sesaat
-
Casual Crowd: sekelompok orang yang berada di
ujung jalan dan tidak memiliki maksud apa-apa
-
Conventional Crowd: audience yang sedang
mendengarkan ceramah
-
Expressive Crowd: sekumpulan orang yang sedang
menonton konser musik yang menari sambil sesekali ikut melantunkan lagu
-
Acting Crowd/Rioting Crowd: sekelompok massa
yang melakukan tindakan kekerasan
-
Solidaristic Crowd: kesatuan massa yang
munculnya karena didasari oleh kesamaan ideology
2. MOB
Merupakan kerumunan (crowds) yang emosional yang cenderung melakukan kekerasan/penyimpangan dan tindakan destruktif.
3. Panic
Adalah bentuk perilaku kolektif yang tindakannya merupakan reaksi terhadap ancaman yang muncul di dalam kelompok tersebut.
4. Opini Publik
Merupakan sekelompok orang yang memiliki pendapat berbeda mengenai suatu hal dalam masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok masyarakat terjadi perbedaan pandangan/perspektif.
5. Propaganda
Merupakan informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini publik.
BENTUK PERILAKU KOLEKTIF
1. Tindak Kenakalan
Suatu kelompok yang didominasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan suatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan tersebut adalah bodoh, tidak berguna dan mengganggu. Misalnya aksi kebut-kebutan di jalan.
2. Tawuran/Perkelahian Antar Kelompok
Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian diantara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak yang menjadi korban.
3. Tindak Kejahatan Berkelompok/Komplotan
Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. Misalnya perampok, dan lain sebagainya.
FAKTOR PENENTU PERILAKU KOLEKTIF
1. Situasi sosial
2. Ketegangan struktural
3. Berkembang dan menyebarnya kepercayaan umum
4. Adanya faktor yang mendahului
5. Mobilisasi perilaku oleh pemimpin untuk bertindak
6. Berlangsungnya suatu pengendalian sosial
GERAKAN SOSIAL
Menurut
Direnzo, Gerakan sosial merupakan perilaku dari sebagian anggota masyarakat
untuk mengoreksi kondisi yang banyak menimbulkan problem atau tidak menentu,
untuk menghadirkan suatu kehidupan yang lebih baik.
Sedangkan
menurut Baldridge, Gerakan sosial merupakan sebuah bentuk perilaku kolektif
yang terdiri atas kelompok orang-orang yang memiliki dedikasi dan terorganisasi
untuk mempromosikan atau sebaliknya menghalangi terjadinya perubahan.
Terdapat tiga karakteristik dalam gerakan sosial, yaitu:
1. Organisasi internal yang tingkatannya sangat tinggi.
2. Gerakan berlangsung dalam waktu yang lama.
3. Sengaja mencoba mempertajam organisasi masyarakat itu sendiri.
Gerakan sosial memiliki 4 bentuk
berdasarkan tipe perubahan dan besarnya perubahan yang dikehendaki,
diantaranya:
1. Alternative Social Movements: Gerakan yang bertujuan mengubah sebagian perilaku perorangan, misalnya gerakan anti narkoba.
2. Redemptive Social Movements: Gerakan yang menginginkan perubahan menyeluruh pada perilaku perorangan, misalnya gerakan untuk bertobat dan mengubah cara hidupnya sesuai dengan ajaran agama.
3. Reformative Social Movements: Gerakan yang menginginkan perubahan pada segi-segi tertentu masyarakat, misalnya gerakan kaum homoseksual untuk mendapatkan pengakuan akan gaya hidup mereka.
4. Transformative Social Movements: Gerakan yang menginginkan perubahan menyeluruh dalam kehidupan masyarakat, misalnya revolusi di Uni-Soviet pada tahun 30-an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar